Polres Belu Gelar Apel Operasi Ketupat 2025, Bandara A. A. Bere Tallo Siap Dukung Pengamanan dan Pelayanan Mudik Lebaran

PPID A. A. Bere Tallo

Belu – Polres Belu melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat 2025" dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1446 H di wilayah Kabupaten Belu, Kamis (20/3/2025). Kegiatan berlangsung di Lapangan Upacara Polres Belu dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Belu, Kompol Lorensius, S.H., S.I.K.

Apel yang dimulai pukul 08.30 Wita ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat TNI-Polri, serta berbagai instansi terkait. Dari Kantor UPBU A. A. Bere Tallo Atambua, hadir Ketua Tim TOKP, Anddre C. Pellokila, S.T., sebagai tamu undangan.

Apel gelar pasukan diikuti oleh barisan gabungan dari berbagai satuan, di antaranya Perwira Gabungan, Pom TNI, Kodim 1605 Belu, Yon A Por Atambua, Satuan Samapta, Satuan Lalu Lintas, staf gabungan Reskrim/Intel, Dinas Perhubungan, Satuan Pol PP, Senkom Mitra Polri, serta tim SAR Atambua.

Agenda apel dimulai dengan laporan Komandan Apel kepada pimpinan apel yang dilanjutkan pemeriksaan pasukan. Selanjutnya, dilakukan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat 2025. Wakapolres Belu kemudian membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang memuat berbagai arahan strategis terkait pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri.

Dalam amanat yang dibacakan, Wakapolres Belu menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta memperkuat sinergi lintas sektor. Polri bersama TNI dan instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat 2025 yang mengusung tagline "Mudik Aman, Keluarga Nyaman", yang akan berlangsung dari 23 Maret hingga 8 April 2025 di 8 Polda prioritas dan 26 Maret hingga 8 April 2025 untuk 28 Polda lainnya.

Operasi ini akan mengerahkan 164.298 personel gabungan yang tersebar di 2.835 pos, terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu. Fokus utama adalah pengamanan 126.736 objek vital, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara di seluruh Indonesia. 

“Berdasarkan survei Kemenhub, potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 52% dari total penduduk Indonesia atau setara 146,48 juta orang,” ujar Wakapolres saat membacakan amanat Kapolri. Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 28-30 Maret 2025, sedangkan arus balik diprediksi pada 5-7 April 2025.

Kapolri juga menekankan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat. Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, dan penghentian proyek konstruksi di jalur utama mudik. 

Untuk mengurai kepadatan, akan diterapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil-genap, contra flow, dan one way yang diaktifkan berdasarkan pantauan CCTV, traffic counting, serta laporan petugas lapangan. Pada jalur penyeberangan, delaying system, buffer zone, serta screening tiket juga akan diberlakukan guna menghindari penumpukan.

Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Polri juga berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta BBM selama libur Lebaran. Kapolri menginstruksikan agar seluruh jajaran memantau distribusi logistik dan menindak tegas praktik penimbunan.

Tak hanya itu, pelayanan humanis juga menjadi sorotan penting dalam amanat tersebut. Petugas di lapangan diminta untuk memberikan edukasi kepada pengemudi agar menghindari microsleep, serta melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan dan kesiapan rambu-rambu di jalur rawan kecelakaan.

“Optimalkan juga peran layanan hotline 110 sebagai pusat informasi dan pengaduan masyarakat, serta pastikan komunikasi publik terkait operasi ini berjalan efektif,” tegas Kapolri.

Menutup amanat, Kapolri memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI-Polri, Kementerian dan lembaga terkait, serta mitra kamtibmas yang terlibat dalam pengamanan mudik 2025. “Di saat masyarakat menikmati libur bersama keluarga, rekan-rekan tetap menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Jadikan pengabdian ini sebagai ladang ibadah,” tutupnya.

Apel ditutup dengan pembacaan doa dan laporan akhir Komandan Apel kepada pimpinan apel.

Dengan dilaksanakannya Apel Gelar Pasukan ini, sinergitas antara TNI-Polri dan seluruh stakeholder di Kabupaten Belu, termasuk Kantor UPBU A. A. Bere Tallo, diharapkan dapat memastikan kelancaran pelayanan dan keamanan mudik serta perayaan Idul Fitri 1446 H.